<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3619081944194177770</id><updated>2011-12-12T08:48:13.871-08:00</updated><title type='text'>PSE Keuskupan Surabaya</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pse-keuskupansurabaya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3619081944194177770/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-keuskupansurabaya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3619081944194177770.post-2272724952674655920</id><published>2011-09-28T16:53:00.000-07:00</published><updated>2011-09-28T17:30:19.998-07:00</updated><title type='text'>Terkini</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Proses Konpernas &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tema Konpernas Komisi PSE KWI&amp;nbsp;XXII Tahun 2011 adalah Kerasulan PSE menghadirkan Karya Baik Allah dengan Membangun Hidup Dalam Kelimpahan. Konpernas ini bermaksud untuk menggali, mengkaji dan merefleksikan kembali karya kerasulan Gereja Katolik di bidang pengembangan sosial ekonomi di tengah umat dan masyarakat agar menjadi kekuatan dan daya dorong untuk semakin melibatkan diri dalam mengembangkan hidup satu sama lain, dan mencerdaskan dalam tata kelola dunia baru yang semakin adil, damai, dan berkelimpahan (Kerajaan Allah). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konpernas yang dihadiri 36 keuskupan bertujuan untuk menyegarkan dan menegaskan kembali spiritualitas dan arah kerasulan PSE, menimba dan meneguhkan semangat persaudaraan antar keuskupan dalam kerasulan PSE dan mengembangkan sinergisitas kerasulan PSE antara Komisi PSE KWI, Regio dan Keuskupan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses Konpernas PSE KWI XXII dimulai dengan melihat kembali karya kerasulan PSE yang sudah digulirkan berdasarkan hasil Konpernas PSE KWI XXI di Lampung melalui pandangan umum Kerasulan PSE Tahun 2008 – 2011 dan sharing masing-masing regio mengenai karya kerasulan PSE keuskupan-keuskupan. Masukan nara sumber menyegarkan dan menegaskan kembali arah Kerasulan PSE. Diskusi-diskusi kelompok memperdala dan memperkaya semangat dan karya kerasulan PSE. Pengalaman perjumpaan dengan kelompok-kelompok pemberdayaan masyarakat dibidang pertanian, peternakan kerajinan, pendidikan luar sekolah dalam kegiatan eksposur semakin memperkaya dan memperluas wawasan karya kerasulan PSE. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pseks-opini.blogspot.com/2011/09/konpernas-komisi-pse-kwi-xxii-kerasulan.html"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Baca Selengkapnya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #444444;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3619081944194177770-2272724952674655920?l=pse-keuskupansurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3619081944194177770/posts/default/2272724952674655920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3619081944194177770/posts/default/2272724952674655920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-keuskupansurabaya.blogspot.com/2011/09/konpernas-komisi-pse-kwi-xxii-membangun.html' title='Terkini'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3619081944194177770.post-3582267503886856260</id><published>2011-06-11T00:40:00.000-07:00</published><updated>2011-06-11T07:11:47.107-07:00</updated><title type='text'>Terkini</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Surabaya sejak tahun 2006, telah mencanangkan program pengembangan pertanian organik. Program ini hendaknya dilakukan di Paroki yang memiliki basis pertanian atau umatnya berprofesi sebagai petani. Program ini selaras dengan kesadaran baru masyarakat untuk menghidupi&amp;nbsp;gaya hidup sehat dengan pangan organik. Prioritas program Arah Dasar Keuskupan Surabaya tahun 2009-2019 menetapkan, pengembangan kewirausahaan bagi petani dan kaum muda,&amp;nbsp;terintegrasi dengan program pengembangan pertanian organik. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Keprihatinan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pencanangan program ini berkaitan dengan berbagai bentuk keprihatinan yang dialami masyarakat dewasa ini, khusunya kaum petani. Para petani yang berjuang dan menghabiskan sebagian besar waktunya di ladang atau sawah ternyata tidak menikmati hasil yang maksimal. Biaya produksi yang sangat tinggi berkaitan dengan penggunaan pupuk dan pestisida kimia telah membuat kondisi petani tetap terpuruk. Hasil produksi yang dijual di pasar, tidak mampu meningkatkan kesejahteraan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbagai himbauan untuk meningkatkan taraf hidup para petani lewat aneka gerakan, tidak disertai dengan program pemberdayaan para petani itu sendiri. &lt;span style="color: black;"&gt;Program&lt;/span&gt; pemberdayaan yang seharusnya menjadikan&amp;nbsp;para petani menjadi tuan bagi tanah yang dimilikinya, membuat mereka justru berpindah menjadi agen pupuk atau agen pestisida kimia. Sementara itu, para petani tidak memiliki akses informasi yang cukup berkaitan dengan peningkatan kapasitasnya. Tanah garapan atau lahan yang bisa dijadikan tempat belajar untuk meningkatkan kualitas para petani, hampir tidak tersedia atau jika ada belum diolah. Dalam dekade terakhir ini, himbauan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, tidak disertai dengan tersedianya media belajar bagi para petani untuk meningkatkan produktifitas pangan atau meningkatkan kesejahteraannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pseks-opini.blogspot.com/2011/06/pengembangan-wahana-pembelajaran.html"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial;"&gt;Baca Selengkapnya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #444444;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3619081944194177770-3582267503886856260?l=pse-keuskupansurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3619081944194177770/posts/default/3582267503886856260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3619081944194177770/posts/default/3582267503886856260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-keuskupansurabaya.blogspot.com/2011/06/terkini.html' title='Terkini'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3619081944194177770.post-238592125929513597</id><published>2011-05-06T00:21:00.000-07:00</published><updated>2011-05-06T00:27:16.770-07:00</updated><title type='text'>Terkini</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pada hari Minggu 23 Januari 2011, CU Karya Bersama menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke VII di Gedung Kesenian Dusun Dorok, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. RAT yang dihadiri oleh 432 anggota atau sekitar 90 % dari seluruh anggota, merupakan kesempatan bagi anggota CU berkumpul untuk mendengarkan laporan pertanggungjawaban CU tahun buku 2010. Anggota dapat mengetahui perkembangan CU, baik dari sisi keanggotaan, aset dan sisa hasil usaha. Semua elemen tersebut selama setahun ini ternyata menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Selain mendapatkan sisa hasil usaha, anggota juga mendapatkan kesempatan memperoleh hadiah &lt;em&gt;door prize&lt;/em&gt;. RAT juga merupakan kesempatan melihat kembali CU serta merencanakan dan menyepakati gerakan CU supaya lebih baik. Semua itu agar CU Karya Bersama semakin menjadi lembaga keuangan mikro berbasis anggota yang profesional, terpercaya dan tidak berhenti belajar untuk mengambil langkah maju.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Bp. Alexander Lasmidi, selaku Ketua CU pada kesempatan itu mengucapkan selamat datang dan mengharapkan agar RAT menjadi ajang pendidikan kepada anggota untuk mengajak anggota baru bergabung dengan CU. Sementara Bp. Andreas Suparman, yang juga staff Komisi PSE Keuskupan Surabaya, memaparkan tentang program komputer yang akan dijalankan dalam pengelolaan keuangan. Ia memberikan penjelasan keuntungan penggunaannya dan biaya yang harus ditanggung, dari pengelolaan manual ke sistem digital tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sementara Bp. Banuari, Sekertaris Desa Manggis, mengharapkan agar CU dapat berkembang pesat dan menjadi besar di Desa Manggis dan sekitarnya. Sedangkan Bp. Kristiono dari Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Kabupaten Kediri mengatakan bahwa RAT penting sebagai kesempatan penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas kepada anggota CU. Program komputer yang akan dipakai menunjukkan bahwa CU semakin berkembang. Ia pun menilai bahwa laporan dalam bentuk buku kali ini sudah lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pseks-opini.blogspot.com/2011/05/perkembangan-credit-union-karya-bersama.html"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Baca Selengkapnya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3619081944194177770-238592125929513597?l=pse-keuskupansurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3619081944194177770/posts/default/238592125929513597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3619081944194177770/posts/default/238592125929513597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-keuskupansurabaya.blogspot.com/2011/05/terkini.html' title='Terkini'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3619081944194177770.post-8318613948972827114</id><published>2011-03-14T03:45:00.000-07:00</published><updated>2011-03-14T09:13:58.379-07:00</updated><title type='text'>Terkini</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Apa kabar pertumbuhan CU rintisan di kawasan urban, Surabaya dan Sidoarjo ? Selama minggu ini ada 2 CU yang mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). RAT kedua CU tersebut memang masih seumur jagung. Sejalan dengan usia keduanya yang masih balita, di bawah 5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua CU memiliki karakteristik yang hampir sama. Mereka didukung oleh Pastor Paroki, Dewan Pastoral Paroki dan Seksi Sosial Paroki setempat. Pada awal pembentukannya, kegiatan tersebut hendak meningkatkan karya pelayanan sosial dari sekedar karitatif, menuju pemberdayaan. Tak heran sebagian dari anggota di kedua CU tersebut dulu adalah penerima bantuan Warung Projo dan penerima Beras Murah. Ada beberapa pembelajaran berkenaan dengan perjalanan kedua CU tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perkembangan 2 CU&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- CU Cipta Mandiri, Sidoarjo&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CU Cipta Mandiri, Sidoarjo, baru pertama kali mengadakan RAT pada 10 Maret 2011. Sejak melakukan &lt;em&gt;soft opening&lt;/em&gt; pada 4 April 2010, kini CU yang dirintis Seksi Sosial Paroki St. Maria Annuntiata memiliki 164 anggota. Para anggota terdiri dari beragam profesi. Mereka terdiri dari penarik becak, tukang sampah, tukang parkir hingga karyawan swasta, wiraswastawan, dosen serta rohaniwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus yang hanya 3 orang serta 1 orang pelaksana, dari 10 orang yang dahulu mengawali berdirinya CU, mengakui bahwa keberadaan CU setahun ini belum maksimal. Hal itu disebabkan oleh terbatasnya orang yang terlibat sebagai pengurus dan pelaksana. Memang semula ada banyak orang dalam perintisan CU, namun setelah mengalami berbagai kesulitan beberapa mengundurkan diri. Pemaparan situasi ini diharapkan menggugah beberapa anggota yang memiliki kualifikasi layak namun sukarela untuk duduk dalam struktur organisasi CU, misalnya untuk posisi penasehat, pengawas dan pengurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;&lt;a href="http://pseks-opini.blogspot.com/2011/03/rintisan-cu-di-kawasan-urban.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Baca Selengkapnya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3619081944194177770-8318613948972827114?l=pse-keuskupansurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3619081944194177770/posts/default/8318613948972827114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3619081944194177770/posts/default/8318613948972827114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-keuskupansurabaya.blogspot.com/2011/03/terkini.html' title='Terkini'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3619081944194177770.post-36619334711452350</id><published>2011-01-16T11:04:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T18:18:24.501-08:00</updated><title type='text'>Terkini</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Berawal dari retret bertema sosial, muncul ide dari Rm. Yustinus Suyatno, Pr, Pastor Stasi St. Don Bosco, Gringging, Kediri Barat untuk melakukan kegiatan pemberdayaan di wilayah sekitar Kalibago dan Sumberbentis. Sebelumnya ada saja rentetan kegiatan yang mendorongnya untuk menyusun kegiatan ini. Hal ini berawal dari kunjungan ke keluarga-keluarga di Stasi Gringing dan sekitarnya yang jumlahnya sekitar 346 KK. Juga berdasarkan data hasil &lt;em&gt;live in&lt;/em&gt; para seminaris dari Seminari St. Vincentius, Garum, kelas IV, pada tanggal 29 Sep - 4 Okt 2010. Hal itu mendorong untuk memprioritaskan Stasi Kalibago dan Semberbentis mendapatkan pendampingan di bidang sosial ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh hasil laporan di Stasi Sumberbentis, di wilayah sekitar kaki Gunung Klotok terdapat 57 KK. Sebagian besar merupakan lansia, sebanyak 19 orang diantaranya berstatus janda. Buruh tani berjumlah 34 orang, buruh kerja 10 orang, kuli bangunan 2 orang, pesuruh 1 orang, karyawan pabrik rokok Gudang Garam 8 orang, petani 4 orang dan pedagang kecil 8 orang, tukang 4 orang, karyawan swasta 2 orang, guru 2 orang, ibu rumah tangga 15 orang dan wartawan 1 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 5 Oktober 2010, disusun suatu daftar isian tentang kedaan ekonomi keluarga sebagai bahan proses pemberdayaan ekonomi. Hasilnya, memang cukup banyak warga yang memelihara kambing, bahkan ada beberapa KK yang memelihara kambing dengan sistem &lt;em&gt;maro&lt;/em&gt;. Artinya kambing itu milik orang lain dan orang itu hanya berjasa memelihara. Hasilnya nanti &lt;em&gt;diparo&lt;/em&gt; atau dibagi dua. Hal ini cukup menggambarkan situasi ekonomi umat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;&lt;a href="http://pseks-opini.blogspot.com/2011/01/pendampingan-sosial-ekonomi-melalui.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Baca Selengkapnya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3619081944194177770-36619334711452350?l=pse-keuskupansurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3619081944194177770/posts/default/36619334711452350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3619081944194177770/posts/default/36619334711452350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-keuskupansurabaya.blogspot.com/2011/01/terkini.html' title='Terkini'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3619081944194177770.post-6073863273358884435</id><published>2010-10-19T11:31:00.000-07:00</published><updated>2010-10-19T11:36:39.828-07:00</updated><title type='text'>Terkini</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Peringatan Hari Pangan Sedunia Tahun 2010 diperingati di Keuskupan Surabaya. Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Surabaya telah menetapkan bahwa tahun ini Kevikepan Kediri mendapat kesempatan menjadi tuan rumah. Seksi Sosial Paroki St. Yosep dan Paroki St. Vincentius, Kediri bersama menjadi panitia. Sebagaimana diketahui, Peringatan HPS setiap tahun telah menjadi agenda tahunan kegiatan Komisi PSE. Setelah berturut-turut diadakan di Paroki St. Wilibrordus, Cepu, Paroki St. Yusup, Blitar dan Paroki St. Cornelius, Madiun, HPS 2010 diadakan di Kompleks Peziarahan Puhsarang, Kediri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai tema HPS 2010 KWI, Membangun dan Memelihara Sumber Pangan, peringatan kali ini dihadiri 141 peserta dari Paroki se-Keuskupan Surabaya yang terdiri 3 orang utusan setiap paroki yaitu, 1 orang dari Seksi Sosial Paroki dan 2 orang dari unsur petani dan peminat gerakan HPS. Kegiatannya selain animasi, motivasi gerakan HPS juga kunjungan atau exposure visit ke Gubug Lazaris tempat pertanian terintegrasi yang dipimpin Rm. Hardo Iswanto, CM. Selain itu di lokasi parkir Gereja tua Puhsarang diadakan pameran yang menampilkan hasil pertanian, produk makanan, beras, pupuk, alat pertanian, proses pengelolaan organik, minuman dan aneka olahan dan informasi pangan sehat. HPS 2010 dipadu dengan Perayaan Ekaristi Malam Jumat Legi yang mengungkapkan keselamatan Allah diawali dengan pangan abadi yang diberikan oleh Yesus Kristus, yang mengundang umat untuk turut memuliakan (lebih dari sekedar memelihara) sumber pangan. &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;a href="http://pseks-opini.blogspot.com/2010/10/peringatan-hari-pangan-sedunia-2010.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Baca Selengkapnya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3619081944194177770-6073863273358884435?l=pse-keuskupansurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3619081944194177770/posts/default/6073863273358884435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3619081944194177770/posts/default/6073863273358884435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-keuskupansurabaya.blogspot.com/2010/10/peringatan-hari-pangan-sedunia-tahun.html' title='Terkini'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3619081944194177770.post-7861861685219164776</id><published>2010-09-17T12:43:00.000-07:00</published><updated>2010-09-17T12:50:21.558-07:00</updated><title type='text'>Terkini</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Surabaya bersama dengan Seksos Paroki St. Yusup dan Paroki St. Vincentius, Kediri akan mengadakan Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS), Keuskupan Surabaya. Peringatan HPS setiap tahun telah menjadi agenda kegiatan Komisi PSE. Setelah berturut-turut diadakan di Paroki St. Wilibrordus, Cepu, Paroki St. Yusup, Blitar dan Paroki St. Cornelius, Madiun. Tahun 2010 HPS diadakan di Kompleks Peziarahan Puhsarang, Kediri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan HPS merupakan kesempatan untuk memberi perhatian mengenai pangan. Ada yang konkret untuk diungkapkan yakni keprihatinan pada upaya keberlanjutan akan ketersediaan pangan dan memelihara keutuhan ciptaan Tuhan. Gereja harapannya semakin meningkatkan partisipasi dalam gerakan pangan dan aksi solidaritas yang lebih nyata. Gerakan pangan tidak saja gerakan teknis mengenai pangan. Namun gerakan kehidupan, dengan pangan sebagai investasi yang menghidupi dan menjadikan organik sebagai gaya hidup. Dengan demikian upaya manusia membangun kehidupan pangan harus bermuara pada terwujudnya kesejahteraan bersama (&lt;em&gt;bonum communae&lt;/em&gt;). &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;a href="http://pseks-opini.blogspot.com/2010/09/peringatan-hps-2010.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Baca Selengkapnya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3619081944194177770-7861861685219164776?l=pse-keuskupansurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3619081944194177770/posts/default/7861861685219164776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3619081944194177770/posts/default/7861861685219164776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-keuskupansurabaya.blogspot.com/2010/09/peringatan-hps-2010.html' title='Terkini'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3619081944194177770.post-1042672255714548429</id><published>2010-09-09T12:05:00.000-07:00</published><updated>2010-09-09T20:35:17.713-07:00</updated><title type='text'>Terkini</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Batik &lt;em&gt;Life Skills&lt;/em&gt;, demikian nama pelatihan yang diadakan oleh Wanita Katolik Cabang Paroki St. Petrus dan Paulus Rembang. Pelatihan ini diudukung oleh Panitia APP Keuskupan Surabaya. &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Sebagaimana diketahui, Batik merupakan aset asli budaya bangsa Indonesia yang ditetapkan oleh lembaga PBB untuk urusan pendidikan dan kebudayaan, Unesco. Begitu berharganya aset budaya tersebut, namun kenyataannya semakin sedikit penerus budidaya Batik. Data menunjukkan bahwa kapasitas produksi industri Batik Lasem di wilayah Kabupaten Rembang menurun drastis dari 144 pengusaha menjadi hanya 20 saja pada tahun 2006. Padahal Batik Lasem sebenarnya terkenal dengan batik pesisir atau Batik Lasem yang cirinya indah dengan pewarnaan yang berani. Situasi inilah yang memanggil Wanita Katolik Cabang Rembang untuk ikut serta berperan aktif dalam memperkenalkan dan membudidayakan Batik.&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Menurut penanggungjawab pelatihan, Ibu Agustina Dwi Indah Ratnawati, Batik &lt;em&gt;Life Skills&lt;/em&gt; ini diikuti oleh sebagian besar kaum ibu anggota WKRI dan sebagian kecil kaum remaja putri. Total peserta sebanyak 25 orang. Peserta diajar untuk dapat membatik dari tingkat dasar hingga menjadi kain batik dengan 1 warna saja, harapannya sampai 2 atau 3 warna.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;a href="http://pseks-opini.blogspot.com/2010/09/pelatihan-batik-life-skill.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Baca Selengkapnya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3619081944194177770-1042672255714548429?l=pse-keuskupansurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3619081944194177770/posts/default/1042672255714548429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3619081944194177770/posts/default/1042672255714548429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-keuskupansurabaya.blogspot.com/2010/09/terkini_09.html' title='Terkini'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3619081944194177770.post-8877018203478439127</id><published>2010-08-26T10:21:00.000-07:00</published><updated>2010-09-09T12:07:54.004-07:00</updated><title type='text'>Terkini</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Karina KWI mengadakan Pelatihan Dasar Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD). Pelatihan yang diikuti peserta dari 14 Keuskupan ini total pesertanya 30 orang. Kegiatan dilaksanakan di &lt;em&gt;Training Center Disaster Oasis Yakkum Emergency Unit&lt;/em&gt;, Yogyakarta. Karina Keuskupan Surabaya mengutus Martinus Sapto dari Karina Posko Madiun dan Slamet HW dari Karina Posko Pare, Kediri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Senin, 26 Juli 2010, kegiatan dimulai jam 07.00 WIB untuk registrasi dan dilanjutkan orientasi serta kontrak belajar. Selanjutnya peserta saling memperkenalkan. Materi pelatihan diberikan oleh dr. Stefanus dari Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta. Beberapa hal itu meliputi Initial Assessment: pengertian dan komponen&lt;em&gt; initial assessment&lt;/em&gt;, survey primer dan survey sekunder dan pengelolaan jalan nafas dan pernafasan yang terdiri dari pengenalan dan cara pemeriksaan gangguan nafas, &lt;em&gt;definitive airway&lt;/em&gt;, teknik mengatasi obstruksi jalan nafas oleh benda asing, pengelolaan pernafasan dan teknik bantuan hidup dasar: fisiologi dasar otak, jantung, paru dan cara memberikan bantuan hidup dasar pada orang dewasa dan anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;a href="http://pseks-opini.blogspot.com/2010/08/pelatihan-dasar-penanggulangan.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Baca Selengkapnya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3619081944194177770-8877018203478439127?l=pse-keuskupansurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3619081944194177770/posts/default/8877018203478439127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3619081944194177770/posts/default/8877018203478439127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pse-keuskupansurabaya.blogspot.com/2010/08/warta-terkini.html' title='Terkini'/><author><name>A Luluk Widyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14466269187654270251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_aIOj8LbGbrU/TFLw5kp-5CI/AAAAAAAABUQ/qVJr2kbsXM8/S220/lk.jpg'/></author></entry></feed>
